Firts Time in Nile River

FIRTS TIME IN NILE RIVER


Hari yang tak terlalu panas, tapi cukup membuatku dan teman-temanku dahaga, memang belum masuk musim panas tapi hawa panas kota Mesir sudah mulai terasa. Hari ini aku dan beberapa temanku menghabiskan sisa-sisa sore di atas sungai Nil, sambil menikmati permandangan disekelilingnya.
Sungai Nil hanya terdapat di sini, dan beberapa daerah lainnya seperti Uganda, Sudan, dan Ethiopia. Tapi jika di katakan Mesir, pasti indektiknya dengan Nil, piramida, Fir’uan dan beberpa peradaban lainnya yang membuat Mesir sangat terkenal di mata dunia, dan menjadi peradaban tertua di dunia.
Bukan main indahnya, jika malam sudah menjelma, sungai Nil akan dihiasi oleh banyak warna-warni lampu disepanjang pinggirannya, di tambah dengan perahu yang unik penuh dengan lampu kelap-kelip, cukup membuatku berdamai dengan hati ketika melihat keindahan itu.


Sungai nil tak pernah sepi, selalu saja dipenuhi oleh banyak pengunjung, baik dalam maupun luar, sungai Nil menjadi salah satu tempat wisata yang paling banyak di minati oleh para wisatawan. Sangat menghibur, menghilangkan penat, datanglah ke sungai Nil kalian pasti sangat terhibur.


Sungai Nil adalah sumber kehidupan masyarakat Mesir kuno hingga sekarang, dulu dikisahkan bahwa sungai Nil pernah kering, dan para rakyat Mesir kuno harus memberikan seserahan berupa gadis perawan yang dihiasi dengan baju cantik dan wewangian untuk diserahkan kepada sungai Nil, agar dia mau mengalir kembali.
Namun sejak islam masuk ke negri ini, tradisi kuno itu telah di hapus oleh khalifah Umar bin Khattab. Pada saat itu Amr bin Al-Ash yang menjadi gubenur mesir mengirim surat kepada khalifah Umar mengenai perihal tradisi kuno, lalu suratpun berbalas yang di dalamnya berisi nota.
“Dari hamba Allah, Amirul Mukminin, Umar bin Khattab. Amma Ba’du.
Jika kau (sungai Nil) mengalir karena dirimu maka janganlah engaku mengalir. Namun jika yang mengalirkamu adalah Allah, maka mintalah kepada Allah yang maha kuasa untuk mengalirkanmu kembali.”
Dengan Bismillah Amr bin Al-Ash melempar nota tersebut kepada sungai nil, dan mengalir lah ia seperti biasanya hingga sekarang, ini merupakan salah satu karamah Umar bin Khattab yang di catat dalam sejarah islam.
Semenjak aku datang kesini, ini baru pertama kalinya aku berkunjung ke sungai Nil, selama ini hanya sebatas lewat saja, tak ku singgahi seperti saat ini, hari ini cukup membuatku tau bahwa sungai Nil sudah lama mengalir dan tak pernah keringa lagi. Semua ini tak luput dari rasa syukur para hamba atas kekuasaanNya yang di curahkan kepada sungai Nil terutama kepada kehidupan rakyat Mesir sendiri.



#Bintu_Syanu
#Cairo, Mesir24april2017.


Komentar

Postingan Populer