Kaligrafi
Foto ini ketika pameran khat, 2014. (khat tingkat dewa) :)
Setelah sekian lama tawakuf
dari kegiatan belajar khat, di Afanin. Hari ini ku luangkan waktu untuk
bisa berhadir ke Afanin, karena semenjak Afanin di aktifkan kembali aku belum
sempat menghadirinya disebabkan beberapa hal yang harus ku kulakukan.
Seperti biasanya, aku menunggu Bus warna hijau dengan nomor
tertentu untuk bisa sampai ke Afanin yang berada di kawasan Rab’ah. Walau masih
di kata masih musim dingin, namun hari ini cuaca lumayan hangat tidak seperti
sebelumnya, yang mengharuskan aku memakai baju tebal-tebal demi melindungi diri
dari hawa dingin.
Perjalanan ku hari ini ke Rab’ah di sambut dengan angin yang
bertiup tak karuan. Dari awal keluar apatermen tubuhku sudah diselimuti debu,
akupun berjalan tak seimbang, kadang surut ke belakang, ke samping dan maju ke
depan.
Menghabiskan waktu beberpa menit untuk bisa sampai ke tempat
tujuan apalagi kalau jalan sempat macet, maka akan lebih lama lagi untuk bisa
sampai ke sana, dengan keadaan macet di tambah sesaknya para penumpang,
lengkaplah penderitaanku.
Dari awal melangkah ke Afanin sudah di uji dengan banyak hal,
dari menunggu mobil yang lama, jalan yang macet, penumpang yang rame, hingga
sampai di Afanin pun masih teruji kesabaran, karena belajar kaligrafi memang
butuh kesabaran yang besar.
Kaligrafi yang dikenal oleh banyak orang adalah tulisan indah
yang mempunyai corak-corak tertentu serta penuh dengan makna dan juga dapat
menjadi simbol kepribadian seseorang, karena dia merupakan seni arsitektur
rohani.
Sebagian ulama
menyebutkan “Khat itu ibarat ruh di dalam tubuh manusia.”
Kaligrafi banyak macam nya, salah satu bentuk yang kami
pelajari adalah kaligrafi arab. Memperlajari kaligrafi bukan butuh waktu sejam
atau sehari namun berbulan-bulan. Mempelajarinya memang harus di mulai dari nol.
Butuh kesabaran mempelajarinya, butuh keuletan ketika
membuatnya, butuh komitmen jika sudah memulainya, dan harus tetap semangat
serta harus sering-sering latihna.
Ustad saya pernah bilang “Sehari saya tidak pegang pena khat
seperti ada yang kurang, dan rasanya tangan saya merasa gatal kalau belum
memegang pena khat, walau hanya pegang saja pun saya sudah puas” katanya.
Sampai segitunya kecintaan beliau terhadap dunia khaligrafi,
semoga kami para murid-muridnya bisa ketularan kecintaan itu dan menjadikan
ilmu yang kami pelajari menajdi berkah hingga akhir hayat.
#BS,kopipahit


Komentar
Posting Komentar