Tak kan kembali tuk kedua kalinya
Hari mendung, seakan langit ikut menangis bersamaku.
Seiring kepergiannya dari sisi ku, pudar sudah harapanku tuk membahagiakannya.
Ia yang selama ini menemaniku dalam setiap suka dukaku.
Ku beri seluruh kebahagiaanku untuknya, ku rawat ia dengan segenap cintaku sepenuh sayangku, tak kubiarkan ia merintih kesakitan walau hanya sebentar.
Walau hanya berdua, aku merasa bahagia dan sangat bahagia melebihi siapa pun. Setiap ku lihat senyumnya, hatiku terasa damai selalu.
Dia yang menasehati ku setiap kali aku salah, diapun banyak memberi petuah petuah untukku.
Setelah kepergian ibuku, dia lah teman hidupku .
Pernah ku ajak ayahku berhijrah tapi beliau enggan meninggalkan semua kenangan yang pernah dilalui bersama ibu dirumah yang sangat sederhana ini.
Aku sangat menyayanginya, saat ini dialah yang ku sayang, ku jaga, tujuanku hanya untuk membahagiakan nya.
Tapi hari ini duniaku kelam, tanpa sakit dan sebab yang lain ayahku pergi meninggalkanku sebatang kara.
Dalam sujud terakhirnya diatas sajadah biru milik ibu.
Awalnya aku mengira bahwa ayahku hanya tertidur, ternyata ia pergi tuk selamanya.
Ketika ayahku mulai di makamkan, aku melihat senyumnya yang terakhir kali, aku paham dia sudah bahagia, dalam hati aku berpesan.
"Ayah sampaikan salam rinduku untuk ibu." :'(
#Alex,11juli2015



Komentar
Posting Komentar