maaf! aku bukan teman yang baik



Semalam sepulang taraweh, aku memang segar-segar aja. Ya taulah, aku tertidur nunggu kalian taraweh di mesjid.

Pulangnya, aku merasa bosan di rumah karena tadi udah tidur jadi aku bingung mau buat apa? sedangkan yang lain pada tidur.

Sempat kamu teriak dari dapur pas air sudah nyala,
"Riaaa piring kotor menunggumu."
Dengan ego ku, aku menjawab "Itu bukan piringku, eh siapa punya piring kotor cuci trussss " teriak ku dari dalam kamar.

Diam tak ada suara, sebagian yang lain keluar, pergi ngambil blender dirumah tetangga, tak lama kemudian aku mendengar suara tang ting, gak salah lagi itu pasti suara piring.

Dalam hati aku membatin "gak ikhlas kali kok," Jiahhhh aku ni, bukan merasa bersalah tapi malah ngatain dia.

Aku sadar, dia lagi kesel tapi aku biarin aja, sebab kalau aku nyimplung ntar dia tambah kesel. Jadi aku pergi ke kamar mandi, cuci muka, gosok gigi, dan nampung air isi ke galon karena rumah kami sering mati air.
Males nunggu galon penuh aku ke kembali ke kamar, klau duduk di kursi males liat mukanya yang kesel.

Aku golek-golek sebentar,  eh ternyata aku tertidur lelap. Tak terasa aku bangun sudah lewat hari, aku liat semuanya tertidur pulas, ku lihat dapur bersih kecuali di westafel ada beberapa piring kotor.

Aku ingat kejadian semalam, langsung ku bersihkan westafel dan mencuci piring-piring kotor, ku masak air karena ku lihat takda apa-apa di atas meja, ku pikir "tuk menebus kesalahan ku semalam."
Tapi, sepertinya dia benar-benar kesel. Semalam janjinya mau bikin bakso tapi dia gc bangunin aku, duhh aku benar-benar tertidur pulas.

Paginya ku lihat dia bangun, tanpa menyapaku dia lewat dengan santainya.
Rumit, susah dan entah lah mau bilang gimana. Aku kadang capek hadapin dia, sering aku cuek mungkin dia juga ngerasa kayak aku ya???

Ntahlah, kadang baik deket banget, kadang kurang baik jauhnya bagaikan antar benua. Lelah tapi inilah kenyataannya.

#alex, 13 juli2015

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer